Sekda Fahrizal Fitri Lakukan Pemantauan di Pos Penyekatan Arus Mudik Kalteng - Kalsel

Kontribusi dari Widia Natalia, 11 Mei 2021 12:35, Dibaca 395 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Fahrizal Fitri melakukan pemantauan di Pos Penyekatan Arus Mudik antara Prov. Kalteng dengan Prov. Kalimantan Selatan (Kalsel). Pos Penyekatan Arus Mudik tersebut berlokasi di Jembatan Timbang Km.12,5 Desa Anjir Serapat Timur, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Selasa (11/5/2021).


Pos penyekatan ini bertujuan untuk mengurangi laju kasus Covid-19 yang masih terbilang tinggi di Indonesia secara umum dan di Kalteng secara khusus. Saat berada di Pos Penyekatan Arus Mudik, Fahrizal Fitri memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta memantau langsung situasi dan kondisi pelaksanaan pengamanan area titik perbatasan antara Provinsi Kalteng dengan Provinsi Kalsel.

(Baca Juga : Aparatur Sektor Informasi dan Komunikasi Publik, Jangan Hanya Jadi Pemadam Kebakaran)

Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan secara umum larangan mudik di setiap pos penyekatan berjalan dengan baik. Bagi pengguna jalan khusus untuk angkutan sembako diperbolehkan melewati jalur perbatasan antara Provinsi Kalteng dengan Provinsi Kalsel dengan persyaratan hasil swab antigen. Sementara itu, bagi pergerakan orang yang ingin melakukan mudik atau tidak ada keperluan apapun, akan diarahkan untuk putar balik.

Kebijakan larangan mudik ini diterapkan kecuali orang yang sakit, persalinan, dan perjalanan dinas. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kalteng Nomor 443.1/61/Satgas Covid-19, Tanggal 06 Mei 2021 tentang Petunjuk perjalanan orang dalam masa pandemi Covid-19 di Wilayah Prov. Kalteng, masa larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H terhitung mulai tanggal 6 s.d 17 Mei 2021.

Fahrizal Fitri berharap terkait penerapan aturan larangan mudik, masyarakat dapat memahami situasi saat ini untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kalteng.

Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan dengan adanya pos penyekatan pada perbatasan Provinsi Kalteng dan Kalsel ini dinilai efektif untuk mencegah orang keluar masuk pada arus mudik libur Hari Raya sehingga diharapkan dapat mencegah lajunya sebaran Covid-19.

“Kami berterima kasih, atas dukungan kita semuanya. Kegiatan pencegahan untuk membatasi laju Covid-19. Dengan adanya pos penyekatan seperti ini sangat efektif karena kita mempersulit orang keluar masuk Provinsi. Kota Kapuas adalah pintuk gerbang utama (perbatasan)”, ucap Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan terkait kendala di lapangan, terdapat banyak orang yang menawar untuk masuk dengan alasan-alasan tertentu.

“Kita harus tegas untuk kebaikan bersama. sepanjang belum terpenuhi kewajibannya kami minta putar balik sesuai kebijakan yang sudah diterapkan”, tandas Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Nampak hadir dalam peninjauan diantaranya Ketua DPRD Prov. Kalteng Wiyatno, Danrem 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Prov. Kalteng Baru I. Sangkai, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kalteng Yulindra Dedy dan Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Prov. Kalteng Agus Siswadi. Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas hadir Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor beserta jajaran.(WDY/Foto: Yudis&Fery)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook