Penyemprotan Cairan Disinfektan Setrilisasi dan Disinfeksi di Lapas kelas IIA Palangka Raya

Kontribusi dari BPBPK PROV KALTENG, 15 Januari 2021 14:07, Dibaca 245 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya – Sebagai upaya pencegahan terjadinya peningkatan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) khususnya di lingkup perkantoran, maka perlu dilakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan sterilisasi dan disinfeksi guna meminimalisir perkembangan dan penyebaran Covid-19.

Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah H. Darliansjah melalui Koordinator Bidang Perubahan Perilaku Kibue menyampaikan, “Sebagai upaya pencegahan terjadinya peningkatan penyebaran Covid-19 khususnya di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah melakukan penyemprotan cairan disinfektan sterilisasi dan disinfeksi,” ucapnya kepada Tim Informasi dan Publikasi, Jum`at (15/1/2021).

(Baca Juga : Karhutla di Wilayah Kalteng Akan Terus Bertambah Jika Rendahnya Kesadaran Masyarakat)

“Kegiatan penyemprotan ini dilakukan adanya permintaan dari Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya dalam surat permohonannya tertanggal 15 Januari 2021,” sambungnya.

“Dari tim penyemprotan disinfektan diturunkan sebanyak tiga regu terdiri dari tiga unit motor tossa nozomi disinfektan dan 6 unit spray Solo untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan sterilisasi dan disinfeksi dan juga dari Tim Perubahan Perilaku membagikan masker di lingkup Lapas Kelas IIA tersebut,” tuturnya. 


Saat ditemui oleh Tim Informasi dan Publikasi, Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya Chandran Lestyono menyampaikan beberapa hal terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di Lapas Kelas IIA Palangka Raya. “Sejak pemerintah mengumumkan adanya Covid-19 dan memberlakukan untuk penerapan protokol kesehatan, di Lapas Kelas IIA menerapkan protokol kesehatan diantaranya wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ucapnya. 

“Sebagai upaya untuk meminimalisir kontak dengan orang lain termasuk pengunjung dan keluarga dari warga binaan, pengunjung dan keluarga dapat melakukan komunikasi lewat virtual (Video Call),  untuk Vidio calll tersebut difasilitasi oleh pihak Lapas. Selain dari itu tidak menerima kunjungan tamu termasuk keluarga inti sekalipun,” ucapnya. 

“Pihak Lapas hanya menerima kiriman dalam bentuk barang (makanan) dari keluarga warga binaan yang dilakukan pemeriksaan secara ketat sebelumnya dilakukan penyemprotan cairan disinfektan,” sambungnya. 

"Sebagai upaya lebih lanjut, apabila dari warga binaan ada yang baru masuk ke Lapas Kelas IIA, maka terhadap warga binaan baru tersebut dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan dilakukan rapid tes. Apabila dari warga binaan yang ada mengalami gejala flu, pilek, dan demam (gejala umum) maka yang bersangkutan dilakukan upaya perawatan oleh tim dokter yang ada di Lapas, Apabila dari gejala yang ada menunjukkan ke arah Covid-19 (berat) maka dilakukan rujukan ke rumah sakit pemerintah, dalam hal ini rumah sakit Doris Sylvanus Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. 

Di kesempatan yang sama, dokter Lapas Kelas IIA Palangka Raya dr. Mariana Sitinjak juga menyampaikan, “Pelayanan kesehatan di lapas Kelas IIA buka sesuai jam kerja pegawai dan apabila ada yang bersifat emergency maka dilakukan rujukan langsung ke rumah sakit Doris Sylvanus Palangka Raya,” tuturnya. (Pky.15/1/2021 DewiS /foto/ Data:PusdalopsPBKalteng)

BPBPK PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook