Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2021 Belum Bisa Dipastikan

Kontribusi dari Kemenag Kalteng, 14 Desember 2020 10:00, Dibaca 141 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah melalui Kementerian Agama belum bisa memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi pun sampai saat ini belum memutuskan pelaksanaan rukun Islam kelima itu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah H. Abdul Rasyid usai Diseminasi Peraturan Perundang-Undangan Haji dan Umrah di Palangka Raya, Senin (14/12/2020) mengatakan, pemerintah Arab Saudi sampai kini juga belum memberikan informasi resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji 1442H/2021.

(Baca Juga : Temui Sesditjenpas, Kepala Rupbasan Dapatkan Reward Setelah Wbk )

Meski begitu, Kementerian Agama pusat telah menyiapkan mitigasi berbagai kemungkinan skema penyelenggaraan ibadah haji tersebut. Setidaknya, ada 3 skenario kemungkinan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.

“Kementerian Agama mengkaji 3 kemungkinan itu dan tengah dibahas langkah persiapannya,” beber H. Abd. Rasyid.

Pertama, apabila kebijakan Arab Saudi membuka penyelenggaraan haji dan umrah dengan kuota 221.000 jemaah, pihaknya telah menyiapkan hal itu. Kedua, jika Arab Saudi hanya meminta 50 persen kuota jemaah haji.

“Misalnya kalau kemungkinan kedua ini, berarti ada pengurangan kuota dari 221 ribu jemaah,” ungkapnya.

Kemungkinan ketiga adalah jika sama sekali tidak ada pemberangkatan karena pandemi Covid-19.  Semua peta kemungkinan itu disiapkan Kemenag mencakup banyak aspek.

Dampak tersebut terutama terkait layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, dan juga kesehatan. Termasuk juga kemungkinan dampak pada Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih.

Dia melanjutkan, kuota jemaah di Kalteng ada 1.600 yang masa tunggunya selama 24 tahun. “Bisa dibayangkan kalau ada pembatalan lagi, tentu akan menambah waiting list (masa tunggu),” paparnya.

“Kami juga mendorong sedini mungkin untuk orang tua yang memiliki kemampuan dan ada anaknya usia 12 tahun (misalnya), sudah bisa dibuka open kursi. Sehingga tidak lama (menunggu),” sarannya.

H. Abdul Rasyid menambahkan, setiap tahun, ada penambahan jumlah jemaah yang ingin berangkat ke tanah suci. Salah satu indikatornya karena semangat keagamaan yang begitu besar, dan perekonomian meningkat. (Maturidi/Gondo Utomo)

Kemenag Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook