Rapat Koordinasi Evaluasi Mingguan Penanganan Covid-19 Minggu V November 2020

Kontribusi dari BPBPK PROV KALTENG, 01 Desember 2020 18:32, Dibaca 236 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Dalam rangka evaluasi mingguan penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan Zoom Meeting. Pertemuan tersebut dihadiri  Satgas Covid-19 Kabupaten dan Kota, Kadinkes, Kasat Pol.PP, Dir Rumah Sakit Daerah dan Instansi terkait, Selasa (1/12/2020).

Dalam Zoom Meeting tersebut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus sebagai Kepala Bidang Sekretariat  Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah Maria Cahaya menyampaikan, “Gambaran kasus Covid-19 dan kesembuhan per bulan di Provinsi  Kalimantan Tengah dapat dilihat dari grafik indikator peningkatan/penurunan kasus Covid-19 periode sampai dengan Bulan Oktober 2020 yaitu jumlah kasus yang terjadi sebanyak 719 kasus dan yang sembuh sebanyak 1081 kasus, sedangkan sampai dengan bulan November 2020 jumlah kasus yang terjadi sebanyak 1561 kasus, sedangkan yang sembuh sebanyak 79 kasus,” ucapnya.

(Baca Juga : Dinas TPHP Kalteng Laksanakan Kegiatan ToT CSA SIMURP)

“Sumber penularan minggu ini berasal dari pelaku perjalanan (semakin banyak), kontak erat di rumah dan tempat kerja (kelompok-kelompok), pelaku kegiatan di luar rumah (individu), dan kluster paling banyak adalah rumah tangga. Lebih banyak penularan di dalam kelompok keluarga, Nakes mulai banyak tertular," jelasnya.

"Dari rangkaian acara Rapat Koordinasi Evaluasi Mingguan Penanganan Covid-19, Minggu V bulan November 2020 pada acara zoom meeting dapat disimpulkan bahwa Status Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah minggu ke-39 pada Zona Resiko Tinggi (1,64%) lebih buruk dari minggu lalu dan Covid-19 belum terkendali. Lonjakan kasus baru mingguan sebesar 33% dari kasus minggu sebelumnya," imbuhnya.

Lebih lanjut Maria mengatakan, pertumbuhan kasus baru mingguan dalam 3 minggu ini semakin membesar dan status kesehatan karena Covid-19 di Kalteng semakin memburuk. Nilai RT di beberapa Kabupaten lebih dari 2 (≥ 2) menandakan peningkatan penularan lebih cepat dari sebelumnya di masyarakat.

"Nilai RT juga dapat menjadi sinyal agar segera dilakukan tindakan pengendalian sehingga kasus baru konfirmasi dapat dicegah pertumbuhannya, dan menekan jumlah kematian. Dan Kotawaringin Barat, Katingan, Seruyan dan Lamandau  menunjukkan peningkatan penularan lebih aktif dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya, sehingga perlu tindakan segera untuk memecah kerumunan agar kasus positif tidak semakin bertambah dan peningkatan kematian minggu ini meningkat dari 12 kasus menjadi 13  kasus ( 7,7%),” tuturnya.

“Rekomendasi tindak lanjut adalah dengan membatasi pergerakan masyarakat selama masa penularan aktif, mengurangi  jumlah ijin keramaian kepada masyarakat, evaluasi jumlah pelanggaran protokol masyarakat jika bertambah berarti kesadaran masyarakat semakin rendah, edukasi kepada masyarakat secara terus menerus, penguatan di semua fasilitas kesehatan sesuai  kewenangannya (RS dan Puskesmas), pengawasan terhadap kluster (keluarga dan tempat kerja) atau kelompok-kelompok masyarakat dilaksanakan dengan ketat, perlu dipertimbangkan untuk membuat program Drive-thru Testing yaitu pelaksanaan tes Swab/PCR bersamaan dengan razia masker yang dilaksanakan bersama Polisi dan Kesehatan, hal ini dilakukan jika kasus semakin membesar dan tidak terkendali. Metode Drive-Thru dilaksanakan di jalan raya untuk menghindari penolakan masyarakat sehingga didapat sampel yang besar dan representative semua area kota," tutupnya (Pky.1/12/2020 DewiS Foto/Data:PusdalopsPBKalteng)

BPBPK PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook