Evaluasi PJJ, Manajemen SMA Negeri 1 Palangka Raya Gelar Rapat Koordinasi dengan Para Wali Kelas

Kontribusi dari Rikah Mustika, 13 Agustus 2020 22:03, Dibaca 229 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Dampak pandemi Covid-19 sangat berasa pada kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di SMA Negeri 1 Palangka Raya. Pembelajaran konvensional tidak bisa dilaksanakan dan harus diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Kegiatan PJJ ini sudah berlangsung selama 4 minggu dan tidak tahu kapan akan berakhir. Untuk mengetahui perkembangan PJJ dan segala kendala serta alternatif pemecahannya, maka pihak manajemen SMA Negeri 1 Palangka Raya melakukan rapat evaluasi dan koordinasi dengan para wali kelas X, XI dan XII. Rapat ini berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 11 -13 Agustus 2020. Rapat dilaksanakan setelah kegiatan PBM dengan pola PJJ berakhir.

Kegiatan rapat semacam ini akan menjadi agenda bulanan agar segala permasalahan yang ada selama PJJ dapat teratasi dengan baik. Hal itu disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin  saat menyampaikan arahannya ketika rapat koordinasi dan evaluasi dengan para wali kelas XII di ruang rapat SMA Negeri 1 Palangka Raya, Kamis (13/8/2020).

(Baca Juga : Satgas Penanganan Covid-19 Prov. Kalteng Lakukan Sosialisasi dan Edukasi Prokes)

“Rapat evaluasi dan koordinasi antar para wali kelas dengan kepala bersama wakil-wakil kepala sekolah merupakan program sekolah. Tujuan dari rapat ini untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul sebagai dampak pandemi Covid-19. Dengan demikian diharapkan PBM melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Selanjutnya mantan Kepala SMA Negeri 5 Palangka Raya ini juga menyampaikan antusias dari para wali kelas dalam mengikuti rapat evaluasi dan koordinasi sangat bagus. Semua wali kelas hadir, kecuali yang sedang sakit atau sudah minta izin. Beliau juga menyampaikan bahwa setiap wali kelas X, XI dan XII wajib menyampaikan laporan yang berkaitan pelaksanaan PJJ di kelas binaannya. Data yang diminta meliputi kehadiran dan keaktifan siswa dan guru mata pelajaran, kendala-kendala yang dialami para siswa dan data siswa tidak mampu atau yang tidak memiliki fasilitas PJJ. Dari hasil laporan setiap wali kelas akan diupayakan solusi yang terbaik agar kegiatan PJJ bisa terlaksana secara efektif.


“Alhamdulillah semua wali kelas hadir kecuali yang sedang sakit dan sudah minta izin. Setiap wali kelas X, XI dan XII wajib menyampaikan laporan pelaksanaan PJJ di kelas binaannya. Dari data dan informasi yang disampaikan tersebut, kita akan berdiskusi untuk mencari solusinya agar kegiatan PJJ bisa terlaksana dengan efektif. Para siswa yang tidak mampu dan atau tidak memiliki fasiltas mengikuti PJJ akan kita bantu sesuai kebijakan pihak sekolah dan kesepakatan dengan orang tua/wali siswa,” kata beliau.

Di tempat terpisah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Drs. Edral Gandi, M.M., juga menjelaskan bahwa dengan adanya rapat evaluasi dan koordinasi ini memastikan bahwa PBM dengan PJJ di SMA Negeri 1 Palangka Raya terlaksana dengan baik pada setiap kelas. Semua data dan informasi dari wali kelas sebagai ujung tombak perwakilan sekolah dalam pengelolaan PJJ di kelas binaannya  sangat penting untuk diketahui oleh manajemen sekolah.  Beliau juga berharap para wali kelas harus secara proaktif memantau dan memastikan bahwa kegiatan PBM setiap hari terlaksana dengan baik. Wali kelas harus memiliki data kehadiran siswa dan guru mata pelajaran yang tertuang dalam jurnal kelas. Segala permasalahan siswa dan guru harus tercatat secara baik dan sistematis agar memudahkan untuk ditindaklanjuti oleh manajemen sekolah dan para guru Bimbingan Konseling (BK). 

“Peran wali kelas sangat besar dalam pelaksanaan PJJ. Wali kelas harus tahu keberadaan peserta didiknya dan memastikan mereka aktif mengikuti PBM. Wali kelas harus memiliki jurnal kelas. Dari jurnal ini akan diketahui tingkat partisipasi siswa dan guru mata pelajaran. Bila ada permasalahan-permasalahan yang terjadi akan segera ditindaklanjuti sehingga permasalah tersebut dapat diatasi sesegera mungkin. Dengan demikian diharapkan kegiatan PBM melalui PJJ ini bisa berlangsung dengan baik dan tuntas," ungkapnya.

Edral Gandi juga menyampaikan bahwa berdasarkan data dan laporan para wali kelas ada beberapa permasalahan yang terjadi selama ini. Pertama adalah ada beberapa siswa yang terkendala mengikuti PJJ karena kekurangan kuota atau tidak memiliki gawai. Kedua ada siswa yang masih berada di kampung sehingga waktu kegiatan PJJ terkendala masalah sinyal internet. Ketiga adalah ada peserta didik yang kehadirannya kurang maksimal. Menurut beliau semua permasalahan itu sudah didiskusikan dan ditetapkan solusinya sehingga pada kegiatan PBM berikutnya dapat terlaksana dengan maksimal.


Selanjutnya ketika diminta pendapatnya tentang pelaksanaan rapat evaluasi dan koordinasi antara kepala dan wakil-wakil kepala sekolah dengan para wali kelas, menurut salah satu wali kelas XI yang juga guru senior, yakni Bapak Lilik Widiyanto, S. Pd., beliau menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung dilaksanakannya rapat evaluasi dan koordinasi dengan para wali kelas ini. Melalui rapat, selain menyampaikan  laporan ke pihak manajemen sekolah, semua wali kelas bisa saling berbagi informasi dan pengalaman dalam mengelola PJJ.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan tanggung jawab sekolah, orang tua dan masyarakat. Semua elemen tersebut harus saling mendukung. Kondisi saat ini mengharuskan kita bersatu padu dalam meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Pandemi Covid-19 janganlah menjadi alasan bagi kita untuk mengabaikan pendidikan generasi muda bangsa ini. Nasib bangsa Indonesia ke depan sangatlah bergantung pada kualitas generasi muda saat ini. (Anw)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook