Satgas PDB Provinsi Tingkatkan Koordinasi dengan Kabupaten dan Kota

Kontribusi dari BPBPK PROV KALTENG, 10 Agustus 2020 10:58, Dibaca 184 kali.


MMCKalteng-Palangka Raya–Dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan salah satunya adalah dengan dilaksanakannya patroli terpadu di wilayah-wilayah kabupaten dan kota yang dianggap rawan akan terjadinya Karhutla. Pemerintah Kabupaten dan Kota bersinergi melaksanakan kegiatan patroli tersebut dengan didukung oleh berbagai elemen dan masyarakat.


Hasil dari pemantauan Tim patroli memetakan dan mengidentifikasi daerah rawan terjadinya Karhutla sebagai data dukung untuk Perencanaan Operasi Posko Penanganan Siaga Darurat Bencana Karhutla. Dalam patroli Karhutla yang dilaksanakan tersebut juga dibarengi dengan dilaksanakannya sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan Karhutla beserta dengan konsekuensi hukum yang diterima apabila terbukti melanggar.

(Baca Juga : Usai divaksin, Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Prov Kalteng Ajak Masyarakat Ikut Sukseskan Vaksinasi Covid-19)


Informasi yang terkait dengan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah tahun 2020, Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, melalui Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus Wakil Komandan Pos Komando Satuan Tugas Penanganan Darurat Bencana (Satgas PDB) Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020, H. Darliansjah menjelaskan, “Penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah tahun 2020 terdapat di Polres Kapuas ada 1 kasus, Polres Palangka Raya ada 2 kasus, Polres Katingan ada 1 kasus, Polres Pulang Pisau ada 1 kasus, Polres Kotawaringin Barat ada 4 kasus, dan Polres Kotawaringin Timur ada 2 kasus. Dari ke 11 kasus yang sudah ditangani ada 11 tersangka yang sudah ditetapkan, 1 dalam tahap lidik, 3 dalam tahap sidik, 6 dalam tahap I dan 1 orang tahap II dengan keseluruhan luas areal terbakar 16,118 Ha”, jelasnya, Senin (10/8/2020).

Untuk kegiatan operasi  yang dilaksanakan hari ini, melalui Kepala Bidang Operasi Satgas PDB Alpius Patanan, mengatakan, “Tim patroli udara melaksanakan patroli 1 kali sorti menggunakan Helikopter Patroli type  AS350B3e dengan route Tuwung Kahayan Tengah-Kasali Baru-Lahei Mangkutup-Lungku Layang-Tumbang Maroi-Lawang Kajang-Batapah-Tanjung Jawa-Sei Dusun-Pamangka-Payumpa-Janggi-Lehai-Sungai Jaya-Mantangai-Lehei Mangkutup-Lehei Mangkutup,” ucapnya. 

Tim patroli udara mengidentifikasi dan memberikan informasi hotspot dan firespot ke Posko Satgas PDB Provinsi untuk diambil keputusan penanganan selanjutnya. Dari informasi yang ditemukan tim patroli udara hari ini, di sekitaran Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan, ditemukan adanya firespot, diperkirakan  luas lahan yang terbakar ±3Ha.

Atas informasi tersebut dan persetujuan Wakil Komandan Pos Komando Satuan Tugas maka dilaksanakan water boombing menggunakan Helikopter Type MI8 AMT Reg. 9N-ADD dengan 10 kali water boombing dengan hasil api padam. Setelah itu Helikopter water bombing type  Kamov KA32A11BC Registrasi CFIGR melaksanakan patroli 1 kali sorti ke Wilayah Tanjung Taruna Kabupaten Pulang Pisau dengana hasil nihil hotspot dan firespot.

Dalam kesempatan yang sama pada Rapat Perencanaan, Kabid Perencanaan Satgas PDB Provinsi diwakili oleh Triwinbert Y. Embang,  menambahkan pesan-pesan dalam rencana Operasi Karhutla yang akan dilaksanakan sebagai berikut :

1. Agar tetap melakukan operasi dan patroli seperti biasa sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan.

2. Agar memprioritaskan pada lokasi-lokasi yang didapati adanya aktivitas pembersihan lahan / tebas tebang yang berpotensi dilakukannya pembakaran lahan.

3. Selalu mensosialisasikan tentang resiko dan bahaya karhutla, juga menyampaikan maklumat Kapolda Kalteng tentang larangan pembakaran lahan.

4. Melakukan pemeriksaan sumur bor yang ada, agar dapat terpantau kondisinya sehingga tetap dapat berfungsi.

5. Apabila saat patroli ditemukan aktivitas pembakaran lahan maka tim patroli menyampaikan surat pernyataan.

6. Dapat melakukan pembasahan daerah rawan sesuai dengan rekomendasi hasil tim patroli.

7. Regu pemadaman darat standby 1 grup di Pusdalops PB dan 1 Grup di Dinas Kehutanan Provinsi dalam kondisi siap menerima laporan dari tim patroli.

8. Agar melakukan dokumentasi berupa foto yang memiliki informasi titik koordinat, waktu dan tempat, juga petugas yang melaporkan.

9. Untuk tim patroli akan dilengkapi dengan jet shooter sebagai penanganan dini apabila ditemukan api, apabila tidak dapat ditangani agar dapat segera berkoordinasi dengan posko.

10. Untuk safety, agar tetap memperhatikan protokol covid dalam melaksanakan tugas. Dan dalam melakukan pengecekan sumur bor yang berlokasi semak belukar agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap binatang atau hal hal yang berbahaya.

 

(Pky.10/8/2020 DewiS Foto/Data:PusdalopsPBKalteng)

BPBPK PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook