Pasar Tani Berkah Wujudkan Kesejahteraan Petani dan Kualitas Produk Pangan

Kontribusi dari TPHP Prov Kalteng, 24 Juli 2020 19:25, Dibaca 440 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Tantangan yang dihadapi petani  Kalimantan Tengah tidak hanya pada saat proses produksi, prapanen dan panen saja, namun pada saat pemasaran produk. Sejak masa pandemi Covid-19, keterbatasan akses transportasi dan penerapan protokol keluar masuk jasa distribusi produk/barang dari dalam dan luar daerah berdampak bagi petani.


Fenomena petani mengalami kerugian, pada saat produksinya melimpah turut mendapat perhatian pemerintah saat ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turut mengembangkan akses pemasaran langsung dari petani ke konsumen melalui Pasar Tani sesuai Program Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.  

(Baca Juga : Pemeriksaan Kesehatan Relawan Dapur Umum Pemprov Kalteng)


"Pasar Tani merupakan ajang pemasaran produk pertanian langsung dari petani atau gabungan kelompok tani. Pasar tani ini dapat memutus mata rantai penjualan, menjual produk segar dan olahan buah maupun sayuran berkualitas dengan harga kompetitif dan bersaing skala pasar retail maupun modern. Pasar Tani ini akan dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 07.00 – 11.00 WIB selama empat minggu berturut-turut sejak hari ini,“ jelas Hj. Sunarti, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah pada acara Pembukaan Gelar Pasar Tani Berkah di halaman Kantor Dinas TPHP Prov Kalteng, Kamis (24/7/2020).

Gelar Pasar Tani perdana tanggal 24 Juli 2020 dibuka secara resmi oleh Bapak Gubernur H.Sugianto Sabran didampingi Ibu Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Ibu Ivo Sugianto Sabran. Gubernur Kalimantan Tengah mengatakan, pemerintah mencari solusi untuk membantu petani. Diantaranya membuka akses pasar lebih luas supaya memperoleh keuntungan yang diharapkan.

"Gelar pasar tani disamping sebagai ajang pemasaran sekaligus upaya mengatasi fluktuasi harga yang terjadi di tingkat petani dan pelaku usaha sektor pertanian. Petani dan pelaku usaha harus konsisten menjaga kualitas mutu produk supaya mampu bersaing hingga luar daerah. Kalimantan Tengah telah ditunjuk sebagai Lokasi Kawasan Food Estate untuk mendukung Program Ketahanan Nasional, kita harus menjalankan amanah Bapak Presiden dengan sebaik-baiknya,“ urai Sugianto Sabran.

Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) belakangan ini mendapat perhatian khusus, seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Pangan Segar Asal Tumbuhan merupakan pangan yang berisiko tinggi terhadap cemaran kimia (residu pestisida, mikotoksin, logam berat) yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Jaminan dan keamanan pangan segar menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat.

"Pangan segar merupakan pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan. Buah dan sayuran segar termasuk dalam golongan ini. Cara penanganan pascapanen dan pengolahan pangan segar yang digelar di Pasar Tani  Berkah sudah menerapkan penanganan  pascapanen yang baik dan benar dan mengikuti protokol sanitasi higiene keamanan pangan. Semua produk berasal dari petani dan pelaku usaha binaan Dinas  Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah memenuhi standar jaminan mutu produk yang aman bagi konsumen,“ terang Hj. Sunarti. ( by. Ita-PMHP)

TPHP Prov Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook