BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi Aplikasi Mobile JKN

Kontribusi dari Rikah Mustika, 20 Agustus 2018 14:55, Dibaca 592 kali.


MMCKalteng-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kalimantan Tengah menggelar Sosialisasi Aplikasi Mobile JKN “Menjawab Kebutuhan Peserta Di Era Digital” di Aula Rumah Jabatan Walikota Palangka Raya, Senin(20/8). Tujuan diadakan sosialisasi adalah dalam upaya BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan JKN KIS, sehingga peserta JKN tidak harus datang ke kantor cabang BPJS.

dr. Theodorus Sapta Atmadja atau dr. Theo selaku narasumber menyampaikan, “RSUD Doris Sylvanus sudah berperan serta dalam pelayanan kesehatan lanjutan sejak program jaminan kesehatan dimulai dengan Askeskin, jamkesmas, dan JKN. Mulai 1 Januari 2014 RSUD Doris Sylvanus melaksanakan program JKN sebagai faskes tingkat lanjut” pungkasnya.

(Baca Juga : Perkembangan Terbaru Kasus Covid-19 di Kalteng : Sembuh 23 Orang dan Konfirmasi Baru 36 Orang)

dr. Theo menjelaskan bahwa sejak Maret 2018 hingga awal Agustus 2018 jumlah pengaduan dan permohonan informasi yang terkait dengan pelayanan terhadap pasien BPJS yang dilayani menggunakan Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) pada RSUD Doris Sylvanus adalah sebanyak 246 pengaduan dan permohonan.

Terdapat beberapa masalah terkait pelayanan, salah satunya yaitu pemberlakuan aturan BPJS untuk masa aktif kartu setelah 14 hari yang berpengaruh terhadap jenis pembiayaan pasien. Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat agar segera mengurus kartu BPJS kesehatan sebelum sakit dan meminta kelas pelayanan sesuai penjaminan BPJS agar tidak terjadi masalah dalam selisih biaya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu staf BPJS Kesehatan menjelaskan paparannya, “Prinsip penyelenggaraan JKN-KIS yaitu gotong royong, kepesertaan wajib, dan nirlaba. Hal tersebut berkaitan dengan motto BPJS kesehatan yaitu Dengan Gotong Royong Semua Tertolong. Prinsip tersebut mencakup kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, hasil pengelolaan dana untuk mengembangkan program, dana amanat, dan keterbukaan” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa hingga saat ini JKN-KIS telah mencapai 200.368.793 jiwa (75,9%) dari jumlah penduduk di Indonesia dan total biaya pelayanan kesehatan dalam 4 tahun terakhir sebesar 252 Triliun Rupiah. (Rikah / Foto : Asep)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook