Agar Aman Registrasikanlah Nomor Kartu Prabayar Anda Secara Mandiri

Kontribusi dari Administrator, 01 November 2017 09:53, Dibaca 910 kali.


MMCKalteng –  Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia meminta operator seluler melakukan sosialisasi kepada konsumennya terkait aturan registrasi ulang kartu prabayar. Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor21 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Kominfo meminta operator seluler melakukan broadcast secara berkala supaya konsumennya registrasi ulang dengan melampirkan NIK dan KK. Mulai 31 Oktober 2017- 28 Februari 2018 , pelanggan (pembeli) kartu SIMprabayar baru (perdana) diwajibkan melakukan registrasi untuk keperluan validasi pemilik dengan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Tujuan Registrasi tersebut adalah untuk memberikan perlindungan kepada pelanggan jasa telekomunikasi.

 

(Baca Juga : Diskominfo Hadiri Rapat Rancangan KUA dan Rancangan PPAS APBD TA 2019)

Dalam Penjelasan Kadis Kominfo Prov Kalteng Ir. Herson B. Aden, M.Si  yang di himpun MMCkalteng  mengatakan bahwa Tata cara registrasi tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. 

 

Sistem kependudukan yang terintegrasi dengan data yang akurat adalah cita-cita yang diharapkan sejak dulu. Lemahnya sistem data kependudukan berakibat pada tidak optimalisasi pelayanan publik. E KTP dan tercatatnya secara resmi dan benar kepemilikan nomor ponsel adalah salah upaya untuk membuat pelayanan publik menjadi efektif dan efisien.
Hal lain, sudah menjadi cerita klasik bagaimana penipuan-penipuan melalui ponsel sering terjadi. Mudahnya orang berganti-ganti nomer ponsel membuka peluang terjadinya tindakan kriminal. Pihak kepolisian memang belum punya data yang presisi untuk jumlah kasus ini, namun mereka sudah berkali-kali membongkar jaringan mafia penipuan ini  . Mudahnya proses mendapatkan nomer ponsel di Indonesia juga dimanfaatkan oleh jaringan mafia asing. Polisi juga sudah pernah membongkar kejahatan dengan modus ini. 

 

Registrasi Baru dan Registrasi Ulang secara mandiri dilakukan dengan mengirimkan SMS sesuai dengan format yang ditentukan oleh Operator Seluler. Setelah melakukan Registrasi Baru/Registrasi Ulang, Pelanggan mendapatkan  jawaban atau konfirmasi dari Operator Seluler apakah Registrasi dinyatakan valid atau tidak valid dalam waktu 1 x 24 jam.

 

Proses registrasi ini selain bisa dilakukan secara mandiri dengan mengirimkan SMS, bisa juga dilakukan dengan mendatangi gerai Operator Seluler. Namun, untuk kemudahan dan menjaga keamanan identitas,  Kominfo mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan Registrasi Baru dan Registrasi Ulang secara mandiri (atau sendiri). Selain itu diharapkan masyarakat menjaga dokumen pribadinya seperti KTP dan Kartu Keluarga agar tidak digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertangung jawab. (tm)

 

Administrator

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook