Limbah B3 Meningkat 2 Ton di RSUD Kapuas Selama Pandemi COVID-19

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 22 Juni 2020 09:41, Dibaca 372 kali.


mmckalteng - KUALA KAPUAS - Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) meningkat 2 ton di RSUD dr H.Soemarno Sosroatmodjo Kapuas selama pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19.

Peningkatan tersebut merupakan limbah Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan para medis dalam penanganan dan perawatan pada pasien COVID-19. Direktur RSUD Kapuas, dr Agus Waluyo mengatakan, pemusnahan limbah bekas APD ini harus disterilkan dulu baru dikemas dan dipacking. Kemudian diangkut oleh pihak ketiga yakni PT Mitra Hijau Asia selaku transporter  untuk dibawa ke salah satu perusahan penghancur limbah B3 merupakan mitra dari Kementrian Lingkungan Hidup yang berada di Kalimantan Timur. Ia membeberkan, APD bekas dipakai oleh tim medis dalam skala normal sekitar 70 kg per hari. Namun di masa pandemi COVID-19 meningkat tajam menjadi 110 kilogram per harinya.

(Baca Juga : Wabup Buka Kejuaraan Karate Dandim 1011/KLK )

“Sementara untuk Limbah B3 bekas APD yang dipakai tim medis setelah melakukan  perawatan pasien COVID-19 di rumah karantina NSD sekitar 2 Ton dalam 5 hari,  jadi kalau sebulan ada 8 Ton. Ini belum termasuk limbah dari RS,” jelas dia.

Ia menjelaskan, pengangkutan yang dilakukan oleh pihak ketiga yakni PT Mitra Hijau Asia selaku Transporter telah dilakukan MoU dengan RSUD harus tepat waktu. Sebab, sambung dia, jika terlambat sehari saja, dikhawatirkan gudang penyimpanan limbah bekas B3 tidak bisa menampungnya.

“Karena kapasitas gudang hanya mampu menampung 5 ton limbah. Karena selain tidak ada lagi tempat juga tidak boleh sembarang lokasi penyimpanan limbah tersebut. Sebab di RSUD saja salah satu tempat yang mempunyai ijin penyimpanan Limbah B3,” ucap dia. (dj/hmskmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook