Gubernur Kalteng : Kepala Daerah Tingkatkan Pengamanan Dan Penegakan Protokol Kesehatan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Kontribusi dari Widia Natalia, 22 Mei 2020 12:40, Dibaca 193 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Sugianto Sabran pimpin Rapat Koordinasi virtual melalui Video Conference membahas perkembangan penyebaran Covid-19 di Provinsi Kalteng serta pelaksanaan kegiatan Keagamaan khususnya Shalat Idul Fitri di masa pandemi Covid-19, bertempat di Aula Jayang Tingang Lt.II, Kantor Gubernur Kalteng, Jum`at (22/05/2020).

Rakor virtual diikuti oleh jajaran Forkopinda Provinsi Kalteng, Bupati/ Walikota beserta Forkopinda Kabupaten/ Kota se-Kalteng dan Tokoh Agama.

(Baca Juga : Perkembangan Terbaru Kasus Covid-19 di Kalteng : Sembuh 35 Orang Dan Kasus Konfirmasi 30 Orang)

Pada kesempatan tersebut, Gubernur H. Sugianto Sabran menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kalteng saat ini.

H. Sugianto Sabran mengingatkan bahwa sampai dengan Kamis, 20 Mei 2020 Pukul 15.00 WIB, jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Kalteng sebanyak 256 kasus, masing-masing yang masih dalam perawatan sebanyak 121 orang, sudah dinyatakan sembuh sebanyak 121 orang dan meninggal dunia sebanyak 14 orang.

Dikarenakan masih terdapat 7 Daerah di Kalteng yang dilaporkan kasus terkonfirmasi positif masih tinggi, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng meminta perhatian serius dari Bupati dan Walikota pada 7 Daerah tersebut diantaranya Kepala Daerah Kota Palangka Raya, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Barsel.

Sedangkan di 7 Kabupaten lainnya, Gubernur mengungkapkan jumlah terkonfirmasi positifnya masih dibawah jumlah 10 kasus.

Gubernur menghimbau masing-masing Kepala Daerah agar terus meningkatkan upaya-upaya pencegahan sehingga tidak terjadi peningkatan.

"Kabupaten Barito Utara yang sudah sembuh semuanya, agar dilakukan pencegahan sehingga tidak ada kasus baru", tutur H. Sugianto Sabran.

Selain itu, dalam rangka peningkatan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kalteng, Gubernur minta dilakukan Pengkajian Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 4 wilayah yang terdapat kasus positif tinggi di wilayah tersebut diantaranya Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Murung Raya dan Kapuas seperti halnya yang telah diberlakukan di kota Palangka Raya saat ini.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga menghimbau masing-masing Kepala Daerah tetap memperketat dan meningkatkan upaya-upaya pencegahan.

Saat ini, Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi juga sudah memperluas layanan RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya menggunakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov. Kalteng.

Diharapkan oleh Gubernur, agar Kabupaten/ Kota dapat menyiapkan langkah-langkah yang sama.

Ketua Gugus Covid-19 Kalteng juga menyampaikan saat ini Laboratorium BSL2 RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya telah berhasil melakukan pengujian spesimen Covid-19. Balai POM Palangka Raya juga telah menyerahkan RT-PCR nya selama wabah Covid-19 ke RSUD Doris Sylvanus untuk digunakan dalam pengujian spesimen Covid-19.

Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kalteng, Gubernur menghimbau kepada seluruh Bupati dan Walikota untuk melakukan langkah-langkah sinergis diantaranya melakukan rapid test massal di masing-masing Kabupaten/Kota, mengoptimalisasi Posko Pengawasan, Pengendalian dan Pelaksanaan Larangan Sementara Penggunaan Transportasi Darat di Perbatasan Provinsi, memperketat perbatasan wilayah dimasing-masing Kabupaten, memperketat penanganan terhadap zona-zona merah mulai dari melakukan pemetaan di tingkat RT, RW, Kelurahan, Desa dan Kecamatan serta memperbanyak pengadaan masker untuk masyarakat.

Orang nomor 1 di Bumi Tambun Bungai juga telah mengajukan surat permohonan kepada Presiden Republik Indonesia untuk melakukan penutupan sementara pada simpul transportasi.

"Sambil menunggu Keputusan dari Bapak Presiden, saya minta untuk peningkatan pengamanan dan penegakan protokol kesehatan pada bandara-bandara domestik yaitu Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara H. Asan Sampit dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun", ucap Gubernur.

Hal-hal lain yang disampaikan oleh Gubernur yakni terkait dengan pengamanan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka menyambut Idul Fitri 1441 H, diminta kepada masing-masing Kepala Daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap larangan mudik serta mengajak Bupati/Walikota se-Kalteng, Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia beserta ormas Islam lainnya untuk selalu menyampaikan secara rutin imbauan agar masyarakat tidak melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di masjid-masjid dan tanah lapang.

Gubernur juga berharap menjelang Hari Raya, masyarakat dapat melaksanakan shalat Ied di rumah masing-masing guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalteng, sejalan dengan Intruksi Gubernur Nomor 188.54/47/BPBPK Tentang Pengamanan dan Penegakan Protokol Kesehatan dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H di Provinsi Kalteng.

Terakhir, pihaknya juga telah menghimbau agar tidak melaksanakan takbiran keliling. Hal ini merupakan upaya mempercepat memutus penyebaran covid-19 sehingga secepat mungkin masyarakat Kalteng dapat kembali menjalani kehidupan sebagaimana biasanya. (WDY/Foto:Asep)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook