Gubernur Kalteng Ikuti Rakor Percepatan Penyesuaian Anggaran Dan Belanja Daerah Tahun 2020

Kontribusi dari Widia Natalia, 17 April 2020 17:51, Dibaca 377 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran didampingi Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, serta Kepala Perangkat Daerah terkait lainnya, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka percepatan penyesuaian anggaran dan belanja daerah Tahun 2020 dalam Penanganan Covid-19, bertempat di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat (17/04/2020).

Rakor melalui Video Conference (Vidcon) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Keuangan ( Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Sosial Juliari P. Batubara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo diikuti juga oleh Gubernur, Bupati, Walikota serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 se-Indonesia, membahas tata cara Refocusing dan Realokasi pada APBD TA. 2020 menindaklanjuti Keputusan Bersama Mendagri dan Menkeu Nomor 119/2813/SJ dan nomor 177/KMK.07/2020 tanggal 9 April 2020.

(Baca Juga : Dinkes Gelar Apel Peringatan Hari Malaria Sedunia dan Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2019)

Pada pertemuan di Rakor kali ini, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, Rasio Alokasi untuk penanganan covid-19 berjumlah 56,57 T. Alokasi tersebut terdiri dari tiga pos alokasi diantaranya, untuk penanganan kesehatan berjumlah 24,10 T atau 42,60% dari total alokasi anggaran melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, penanganan dampak ekonomi berjumlah 7,13 T atau 12,60% dari alokasi anggaran penanganan Covid-19 dan penyedia jaringan pengaman sosial berjumlah 25,34 T atau 44,80% dari alokasi anggaran penanganan Covid-19.

Tercatat yakni 528 Daerah yang sudah melaporkan telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Menkeu Sri Mulyani juga menyampaikan dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Telah terjadi penurunan pada pendapatan negara seperti berkurangnya pendapatan yang dihasilkan dari perpajakan mulai dari dukungan insentif pajak dan adanya penurunan tarif PPh.
Selain itu, jatuhnya harga komoditas turut membuat pendapatan Negara menurun. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi perekonomian yang melemah serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang turut menurun.

Sri Mulyani mengatakan belanja dan pembiayaan anggaran diarahkan untuk mengatasi Covid-19. Menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah telah menetapkan yakni belanja Negara di fokuskan pada kesehatan, sosial safety nett dan membantu dunia usaha.

Respon yang diambil oleh Pemerintah saat ini adalah melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Selain itu, melakukan penghematan belanja Negara sekitar 190 T (K/ L 95,7 T dan TKDD sebesar 94,2 T termasuk alamiah) dan realokasi cadangan 54,6 T. Terakhir, adanya tambahan belanja penanganan Covid-19 sebesar 255,1 T.

Dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi Nasional, Pemerintah Pusat menyiapkan dukungan pembiayaan anggaran untuk penangananCovid-19 berjumlah 150 T.

Lanjut dijelaskan, mengenai penyesuaian pagu alokasi DAK fisik dan alokasi DAK non fisik pasca penetapan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2020.

Untuk DAK fisik yang semula 72,52 T menjadi 54,19 T. Sedangkan untuk DAK non fisik, yang semula 130,28 T menjadi 128,77 T.

Pemotongan untuk DAK fisik dilakukan untuk seluruh Bidang/ Subbidang DAK fisik TA. 2020 kecuali seluruh kegiatan yang sudah kontrak dan Bidang Pendidikan karena bidang pendidikan tidak termasuk subbidang Gedung Olahraga dan Subbidang Perpustakaan Daerah. Selain itu, DAK fisik TA. 2020 dikecualikan juga untuk Bidang Kesehatan.

Sementara, pemotongan alokasi untuk DAK non fisik dilakukan untuk seluruh jenis kecuali dana BOK dan BOKB yang mendapatkan kenaikan alokasi dari sebesar 11,08 T menjadi 15,30 T. (WDY/Foto:Duan)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook